Tanggapan dari mahasiswa S2 studi pertahanan

----- Original Message -----
From: Nazario
Subject: [anggota] News: Studi Pertahanan

Widya Castrena Dharma Siddha,

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada Corps Menwa ITB atas
dukungannya dalam menyediakan ruang diskusi dan informasi mengenai
studi pertahanan di Indonesia, khususnya di ITB.
Begitu juga dorongan dan partisipasi Bpk Dr. Ir. Iftikar Z.
Sutalaksana, Bpk Dr. Ir. Krishna S. Pribadi dan Bpk Dr. Ir. Tutuka
Ariadji bersama-sama dengan Bpk Dr. Ir. Bambang Kismono Hadi
-Koordinator Program Studi - dalam merealisasikan program studi
pertahanan di ITB.

Berikut ini kami laporkan bahwa 2 orang anggota corps kita yang
mengikuti studi di Defence Studies ITB - Cranfield Univ. telah
merampungkan studinya dan mengikuti wisuda pada tgl 21 Juli 2007 yl.
di Sabuga ITB dan pada tgl 23 Juli 2007 di Dephan RI yang dipimpin
langsung oleh Menteri Pertahanan Prof.Dr.Juwono Sudarsono.
Adapun 2 orang tersebut -merupakan angkatan pertama studi pertahanan
ITB (2005-2007) yang mendapatkan beasiswa dari Kedutaan Inggris-
adalah:
1. Jupriyanto (Yon-I/ITB Angk. '28)
2. Mohammad Nazar (Yon-I/ITB Angk. '34)

Dengan berakhirnya studi pada bidang keilmuan tsb. ybs. melanjutkan
cita-citanya masing-masing.
Bpk. Jupriyanto melanjutkan bisnisnya di bidang military industries,
sementara saya sendiri masih freelance dan sedang merencanakan
beberapa penulisan setelah sebelumnya menulis 2 artikel di Satria
Studi Pertahanan Badiklat Dephan RI.

Dalam perkembangannya, studi pertahanan ITB bekerjasama dengan
Cranfield University Inggris mendapat beberapa tantangan, di antaranya
saya melihat adanya beberapa clash intern di kampus.
Di kemudian hari ada beberapa hal yg positif maupun negatif. Adapun
peluang yang terbuka adalah banyaknya tawaran kerjasama pihak luar
(asing) dengan Indonesia khususnya ITB dalam masalah hankam,
berlanjutnya studi pertahanan ITB sebagai program studi unggulan dan
integrasi sipil-militer yang semakin terwujud di Indonesia. Adapun
sisi negatifnya yaitu, adanya kelompok2 (civitas akademik) yang
berlomba mengeruk keuntungan dgn adanya program studi ini, merosotnya
sumber daya untuk kelangsungan program studi ini dan kurang tanggapnya
org2 Indonesia sendiri terhadap potensi ini sehingga melemahkan
potensi ini bahkan dpt dimanfaatkan pihak2 lain.

Dengan laporan ini saya berharap di ITB berdiri suatu Centre yang
mendalami masalah hankam yang bermanfaat bagi bangsa dan negara yang
berbasis pada potensi di ITB sendiri yaitu program studi pertahanan
dan lulusan2nya, civitas akademika ITB yang mawas diri dan Corps Menwa
ITB yang selalu mendukung langkah2 strategis hankam di Indonesia.
Mohon maaf bila ada kekurangan dan hal yang tidak berkenan.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Best regards,

Mohammad Nazar
Ekek 34
Alumnus Studi Pertahanan ITB Angk. I