Keadaan Setelah Pembagian Prodi Untuk Mahasiswa TPB

Setelah kebijakan baru yang diterapkan oleh Rektor ITB mengenai kegiatan perkuliahan di ITB, telah terjadi pergeseran jumlah mahasiswa pada jurusan-jurusan yang ada di ITB. Jurusan yang mengalami pergeseran tersebut dikarenakan kebijakan untuk memilih prodi setelah TPB.

Kebijakan baru tersebut, membuat beberapa mahasiswa yang tidak puas dengan prodi yang ia dapat setelah lulus TPB mengambil SPMB lagi (baca : Minggat dari ITB). Sebuah fakta yang miris, mengingat mereka adalah sumberdaya bangsa yang akan berguna dalam mengembangkan iptek Indonesia dan mengharumkan nama ITB di masa depan. Dapat dibayangkan pada kasus yang menimpa mahasiswa jurusan seni rupa. Jika ia ingin mengambil prodi patung, namun mendapatkan prodi desain grafis. Coba bayangkan betapa frustasinya ia.

Keadaan prodi setelah pembagian itu, ada prodi yang sangat memprihatinkan. prodi meteorologi dikabarkan hanya memiliki satu orang mahasiswa baru, sementara prodi astronomi mendapat belasan mahasiswa, dan informatika setengah dari peminatnya kabur ke elektro karena takut dengan ibu Inggriani "the iron lady" Liem. Sementara prodi lain malah kebanjiran peminat, seperti tambang.

Ada juga prodi yang dimerger karena alasan lapangan pekerjaan. Seperti prodi Geofisika dan Teknik Geofisika, yang sebenarnya tidak ada relevansinya. Geofisika mengambil dasar sains, sementara Teknik Geofisika mengambil dasar rekayasa.

Berkaca dengan situasi sekarang, apakah benar kebijakan baru ini akan membawa ITB ke arah yang lebih baik?

gw pengen komentarin TPB pke

gw pengen komentarin TPB pke nim fakultas bukan jurusan... dan juga larangan himpunan fakultas.

kegiatan kaderisasi di taun pertama jadi susah, padahal himpunan butuh memberikan pendidikan supaya bisa kerja sama di taun berikutnya

Menurut saya, apa yang

Menurut saya, apa yang dilakukan oleh pihak Retorat itu sebenarnya membuat mahasiswa baru kesulitan di dalam memilih jurusan yang benar-benar dia inginkan. Sebenarnya sebelum kebijakan pemilihan prodi setelah tpb berlaku, banyak sebenarnya mahasiswa yang masuk ke ITB salah masuk jurusan lah istilahnya, tapi itu semua sepertinya dapat diatasi dengan adanya kaderisasi di awal tahun pertama yang memberikan gambaran mengenai jurusan yang mereka pilih dan setidaknya hal ini sangat membantu mahasiswa tersebut mengetahui apa sebenarnya yang mereka akan jalanin secara garis besarnya. Nah sekarang, kaderisasi enggak boleh, pemilihan prodi juga dilakukan setelah tpb, maka makin banyak mahasiswa-2 yang terjebak masuk kesatu bidang yang mungkin dia sendiri tidak mengingininnya, hal hasil mahasiswa/i tersebut tidak dapat memberikan hasil yang terbaik. Ya semoga teman-teman lain boleh memberikan masukan, untuk ITB yang lebih baik (asal jangan hanya sebagi jargon saja tapi patut untuk diperjuangkan) Mengingat saat ini posisi ITB berada di bawah UGM dalam rank World University.
(http://www.webometrics.info/top4000.asp)