Kritik untuk Kritik-ITB
Ketika pertama kali mengetahui ada sebuah situs yang menamakan dirinya sebagai Kritik-ITB, saya sungguh antusias. Harapan saya saat itu, situs ini mungkin dapat menjadi sebuah media yang memberikan sudut pandang yang berbeda dengan beragam media tentang ITB yang ada selama ini, khususnya portal resmi milik ITB: www.itb.ac.id. Saya butuh media yang tidak “mainstream”, media yang independen, media yang mungkin bisa lebih jujur dalam memberitakan segala sesuatu yang berkaitan dengan Kampus Ganesha 10 tersebut.
Namun kemudian saya kecewa terhadap Kritik-ITB. Kenapa? Karena menurut saya Kritik-ITB ternyata tidak lebih dari sekedar kumpulan entry blog. Kritik-ITB terlalu jauh dari nilai – nilai jurnalistik untuk sebuah situs yang menamakan dirinya sebagai “portal berita alternatif”. Kritik-ITB juga tidak menghadirkan tulisan – tulisan yang dilengkapi dengan tata bahasa yang baik. Dan terakhir, menurut saya Kritik-ITB tidak mengelola dengan baik artikel – artikel yang ada. Mari kita mulai pembahasan ala saya.
Kritik-ITB jauh dari nilai – nilai jurnalistik. Saya memang bukan jurnalis sih, namun sedikit – sedikit saya tahu lah bagaimana sebaiknya sebuah media jurnalistik. Artikel – artikel dalam Kritik-ITB sebagian besar tidak memiliki nilai berita yang signifikan, contoh kasus: artikel mengenai pelarangan penggunaan sandal. Bagi saya, tulisan tersebut lebih terlihat sebagai “curhat” seseorang yang rasanya lebih cocok jika dituangkan kedalam blog pribadi saja alih – alih dituangkan ke sebuah “portal berita alternatif”. Hal lainnya adalah, tidak ada cross-check bagi pemberitaan – pemberitaan yang ada di Kritik-ITB. Berita mengenai “Usulan Pembenahan Jalan di Sekitar ITB” misalnya, bagi saya lebih tampak sebagai penyadapan email secara ilegal yang kemudian di beberkan kepada publik. Tidak ada konfirmasi dari pihak – pihak yang namanya disebut di dalam pemberitaan tersebut, dan saya rasa hal tersebut tidak sesuai dengan etika jurnalistik. Terakhir, tidak ada rasanya artikel pada Kritik-ITB yang menurut saya benar – benar layak disebut sebagai “berita”. Sebagian besar lebih tepat disebut sebagai “opini” --mungkin tulisan saya ini juga lebih cocok disebut sebagai opini--, sebagian lainnya bahkan lebih layak disebut sebagai “surat pembaca”.
Selain masalah dengan sisi jurnalistik, menurut saya sebagian besar artikel pada Kritik-ITB masih belum dituliskan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Beberapa kata masih ditulis dalam ejaan yang tidak tepat: “rejim”, dan “sendal” sebagai contoh. Sebagian kalimat terasa terlalu panjang dan tidak ditulis dalam struktur kalimat yang baik. Paragraf – paragraf yang ada sering terasa tidak koheren. Intinya, saya merasa bahwa pengelola Kritik-ITB harus lebih baik lagi dalam mengedit tulisan – tulisan yang masuk, terutama dalam hal tata bahasa.
Pengelompokkan artikel menjadi kategori – kategori seperti: Akademis, Birokrasi, Kemahasiswaan, Keuangan dan Belum Disortir menurut saya masih belum cukup. Kategorisasi tadi hanya dalam masalah topik yang diangkat. Menurut saya masih perlu ditambahkan pengelompokkan berdasarkan bentuk artikel, seperti: berita, feature, opini, atau bahkan surat pembaca. Mungkin masih ada beberapa bentuk lainnya, silakan pengelola Kritik-ITB memperdalam kembali ilmu jurnalistiknya. Pengelompokkan artikel seperti yang sekarang ini menurut saya masih belum baik untuk sebuah situs yang berusaha menjadi sebuah “portal” dan lebih dari sekedar blog.
Untuk perbaikan ke depan saya sungguh berharap pengelola Kritik-ITB mau memperhatikan kritik saya ini. Karena saya lihat, Kritik-ITB ternyata tidak menjadi media yang menarik bagi banyak orang. Kritik-ITB seperti sebuah blog biasa saja: tempat sekumpulan orang bersama – sama menuliskan uneg – uneg pribadi, bertukar sapa melalui shoutbox, menulis kutipan sembarang saja dari milis tetangga, dan lain lain. Sebagai seorang member saya sungguh berharap bisa memberi saran yang bisa memajukan portal ini.
Terkahir, untuk pengelola, saya berharap Anda dapat mengelola situs ini dengan lebih baik. Beri nilai berita yang lebih baik sehingga situs ini bisa menjadi media alternatif yang dapat memberikan sudut pandang yang berbeda bagi pembacanya. Untuk sesama anggota yang lain, mari kita membiasakan untuk memperkaya portal ini dengan tulisan yang lebih baik. Jika tulisan tersebut adalah sebuah berita, maka buatlah sebuah berita yang berdasarkan nilai jurnalistik yang baik; jika tulisan tersebut adalah sebuah opini, sampaikanlah dengan tata bahasa yang baik; demikian dengan beragam tulisan lainnya. Mari kita bersama – sama menjadikan situs ini sebagai “portal berita alternatif” yang baik. Mari kita suarakan apa – apa yang selama ini terbungkam... dengan cara yang baik!
