Persyaratan Bebas Pinjam Untuk Mengambil KSM

Setelah berjibaku untuk mendapatkan KSM, ada satu hal yang mengganjal selama proses tersebut. Hal itu adalah, persyaratan bebas pinjam dari perpustakaan pusat. Sebenarnya, persyaratan ini sudah lama diadakan. Namun baru kali ini, setidaknya sepengetahuan saya, diterapkan secara efektif.

Mendengar hal itu diterapkan secara efektif, saya segera saja bergegas ke perpustakaan pusat untuk mengurus kartu perpustakaan saya yang telah lama tidak terpakai (kira-kira sekitar setahun tak pernah di perpanjang) mungkin saja, kartu tersebut telah hilang. Saya kesana dan disuruh mengantri untuk pemrosesan kartu yang hilang. Saya turuti saja. Saya mengisi form dan menunggu untuk hari berikutnya agar kartu tersebut dapat tercetak dengan sukses.

Esoknya, saya mau mengambil dan ternyata saya disuruh bayar kartu untuk kartu. Padahal, sanksi yang dikenakan untuk pemrosesan kartu yang hilang adalah keliling perpustakaan seluruh ITB untuk dapat cap bebas pinjam. Disatu sisi, saya senang, saya tidak perlu repot. Disisi yang lain, saya miris juga, kok acara pendaftaran KSM di buat repot betul dan ada ruang untuk korupsi.

Sekarang saya menyarankan, sebaiknya seluruh perpustakaan di ITB memiliki sistem informasi yang terpusat. Sehingga mahasiswa tidak perlu repot keliling ITB. Sepertinya ITB tidak hi-tech sekali, ITB jadi ala abad 19 sekali. Kemudian dengan sistem informasi terpusat, mahasiswa tidak perlu repot mengurusi kartu perpustakaan dikala ingin mengambil KSM, karena mengantrinya cukup lama dan membosankan. Lebih lanjut, saya menyarankan agar sistem informasi akademik digabungkan saja dengan sistem informasi perpustakaan. Sehingga proses pengurusan KSM baru tidak repot dan buku perpustakaan tidak hilang seperti yang lalu-lalu.

Average vote based on 1 review.
4
out of 10

van, perihal untuk

van, perihal untuk mendapatkan KSM baru perlu ditunjukkan kartu bebas pinjam, itu sudah diterapkan dari dulu. mungkin jadi terasa tidak konsisten karena hanya pada semester genap saja sistem ini diterapkan (setahu saya sih begitu).

menurut saya, peraturan keterangan bebas pijam perpustakaan merupakan hal penting sebagai syarat pengambilan KSM. walaupun terkesan spt 'tebus-menebus', tapi ini adalah cara yang paling ampuh untuk menghindari berkurangnya buku-buku perpustakaan akibat tidak dikembalikan oleh si peminjam. dengan adanya sistem ini saja buku perpustakaan sudah banyak yang berkurang, apalagi jika tidak?

dilema yang terjadi pada diri anda (pada keadaan anda tidak suka kolusi tetapi anda tidak mau repot berkeliling plus mengantri) terjadi juga pada puluhan mahasiswa. danpada praktisnya memang dibutuhkan sebuah pemutusan pilihan.

jika memang tidak suka kolusi, maka berkelilinglah.. jika tidak mau repot pada saat-saat penting seperti saat pengambilan KSM, maka perhatikanlah peraturan bahwa memiliki kartu perpustakaan adalah penting (baik butuh atau tidak butuh).

Emang sih... tapi gak ada

Emang sih... tapi gak ada cara lain gitu.. semisal pake sistem informasi perpustakaan?? jadi online kita.. gak perlu repot-repot..

www.ivan-sugi.blogspot.com

Sepakat.. Prosedur pencarian

Sepakat.. Prosedur pencarian cap bebas pinjam dengan keliling perpus ITB merupakan birokrasi yang tidak perlu. Ini merupakan cerminan proses yang tidak diperbaiki dari sejak satu dekade yang lalu. 6 tahun yang lalu pun saya berpikir prosedur ini adalah prosedur yang tidak efisien, karena untuk menangkal beberapa persen orang yang menghilangkan buku, kita merepotkan semua orang (saat itu, semua yang hendak lulus harus keliling untuk mencari cap bebas pinjam). Tanpa software sistem informasi pun, proses ini bisa diperbaiki dengan membuat daftar shortlist orang yang bermasalah dengan status pinjaman bukunya, apalagi dengan bantuan sistem informasi..
Tinggal pihak yang berwenang saja, menyadari hal ini atau tidak..
Mungkin bagi ITB ini hal kecil, tapi hal ini mengecilkan nilai ITB di mata mahasiswanya. Sampai-sampai ada mahasiswa S2 di ITB, yang S1nya bukan dari ITB, heran dengan hal ini, sehingga rekannya yang S1nya di ITB jadi malu..

kalo kata orang sunda mah...

kalo kata orang sunda mah...

"Nya wayahna we..."

ITB gitu loh... Indonesah gitu loh...

lu sebagai pakar IT, apakah bisa mengajukan sebuah program untuk mengatasi masalah ini? hehehe.. :p

piss ah.

kopipakegula.blogspot.com

berguna banget lo keliling

berguna banget lo keliling perpus2 di ITB, bisa banyak kenalan pas ngunjungin :) lo jadi tau semua jurusan termasuk didalamnya.

kegunaan ini makin tidak

kegunaan ini makin tidak terasa ketika waktu kita terbatas.. misalnya jika anda suatu saat jadi mahasiswa S2 yang nyambi kerja, dan dikejar deadline pendaftaran wisuda yang membutuhkan surat bebas pinjam yang dicap lengkap beserta buku tesis yang sudah diperbaiki. Sok pilih yang mana yang dikerjakan duluan, putar-putar ITB atau membuat revisi buku tesis?