Surat Kaleng kepada Civitas Akademika ITB

Dosen-dosen ITB menerima kiriman surat ke alamat rumahnya. Saya agak bingung pengirim mengharap melanjutkan diskusi di www.kritik-itb.com tetapi pengirim tidak mempublikasikannya disini. Tampaknya pengirim belum memiliki login disini maka dengan ini saya bantu penulis untuk mempublikasikan tulisannya disini. Berikut isi surat kalengnya:
Tahukah Anda?
ITB yang telah populer sejak tahun 1920 ternyata salah urus. Reputasinya makin redup dan hidup dalam bayang-bayang masa lalunya saja. Kapal legendaris ini kini hampir karam setelah dipimpin oleh seorang Nahkoda yang tidak punya orientasi, lalim, serta korup.
1. Kata Joko Santoso "ITB sudah world class" Kenyataannya, ITB berada pada urutan 258 Times Higher Education di bawah Universitas Indonesia yang berada pada urutan 250 (kompas 15 November 2006). Reputasi ini terus menurun dari tahun ke tahun. PAda Juli 2006 menurut Webometrik ITB berada pada urutan 43 dalam Top 100 Asia. Tetapi pada Juli 2007, ITB terjun bebas ke urutan 104 di ASia.
2. Kata Joko Santoso: "Dosen ibarat selembar benang dan ITB adalah benderanya. Kalau benang tersebut tercabut, bendera ITb akan tetap berkibar. Kalau ada dosen yang tidak sependapat dapat dikotakkan atau dipecat, maka ITB tetap berjalan sebagaimana adanya". Kenyatatannya, pada saat ini jumlah guru besar hanya 70 orang, dari 100 orang pada 3 tahun lalu. Joko santoso menyalahkan MGB yang tidak mampu melakukan pembinaan suksesi yang efektif.
3 Kata Joko Santoso "Mahasiswa malas, dan dosen-dosen MIPA tidak inovatid dalam proses pembelajaran."
a. Kenyataannya, Tingkat Droup Out di Tingkat Persiapan Bersama menunjukkan angka 10% untuk setiap angkatan.
b. Minat terhadap lulusan ITB telah menurun dan sekarang telah menjadi yang kedua setelah UI (Tempo Desember 2006- Januari 2007).
4. Kata Joko Santoso "Saya sangat kaya"
a. Kenyataannya, memang insentif untuk Pimpinan ITB dapt diatur sendiri. Dan khusunya Joko Santoso mendapatkan tambahan dari perusahaannya Petroleum Geoscince (yang tentu menyaingi LAPI dan LPPM ITB).
b Kenyatannnya anggaran ITB 2008 turun 10 persen dibandingkan dengan tahun 2007. Satu-satunya anggaran di PTN Indonesia yang tidak tumbuh bahkan tidak mampu mengimbangi tingkat inflasi.
c Kenyataannya. dana ITb digunakan antara lain untuk membiayai kedatangan Jususf Kalla yang bernilai 1 milyar (lobby untuk mentri?), Forum Rektor yang kontroversil, lobby pendirian Kampus Delta Mas Bekasi dan perjalanan-perjalanan luar negeri tanpa hasil.
5. Restruktruisasi ITB melelahkan dan meresahkan karena tidak tahu arahnya kemana. Pemecahan fakultas terjadi tanpa konsep akademik. REorganisasi fakultas dengan cara ambil alih paksa Geofisika oleh Teknik Geofisika, pemecatan intimidatif terhadap Dekan, Ketua Program, Pejabat LAPI, Ketua Pusat Penelitian, termasuk KEtua kelompok Keahlian, dan mutasi paksa Geodesi ke lingkungan FITB tanpa konsultasi dengan Senat Akademik dan MWA.
Mau dibawa ke mana ITB?
Mari kita bahas di http://www.kritik-itb.com/
Bangkit Atuh, ITB ...

He2 saya semakin bingung
He2 saya semakin bingung dengan situs kritik-itb.com ini. Surat kaleng tanpa nama di bawahnya sebagai suatu bentuk pertanggungjawaban atas kebenaran isi tulisan, disebar dalam forum publik seperti web ini. Kutipan pernyataan seseorang juga tanpa penyebutan dalam konteks apa pernyataan itu disampaikan, apakah dalam forum penerimaan mahasiswa baru, dalam suatu seminar, atau dalam obrolan di suatu rapat tertutup.
Saya juga kok ya terpancing mengomentari tulisan tanpa nama ini.
Kebijakan ITB yang telah diketahui publik, tentunya bisa didiskusikan dalam forum terbuka. Saya akan gembira kalau penulis surat kaleng itu bisa mengangkatnya di sini. Tetapi wacana yang berkembang di ruang tertutup tentunya tidak layak untuk menjadi bahan diskusi di forum publik.
:-)Muhamad
Wow.. Satu lagi surat
Wow.. Satu lagi surat kaleng, setelah sebelumnya ada juga 'surat' kaleng yang ditujukan kepada rektorat tentang permohonan ditutupnya forum Rileks.
Saya tidak habis pikir. Kenapa mesti 'kaleng'? Apa Anda tidak punya nyali dalam berpendapat? Atau Anda malu karena struktur surat Anda tak karuan seperti yang dikatakan oleh saudara Muhamad?
'Droup Out'? Ahh... jangan-jangan Anda adalah si 'Webside'..
Ups, maaf Saya kurang teliti
Ups, maaf Saya kurang teliti membacanya.
Ternyata menyangkut dugaan korupsi ya..
Wajar saja anonim.
Semoga sukses perjuangannya.
ya... sepertinya keadaan ITB
ya...
sepertinya keadaan ITB sekarang memang begitu..
Pa Djoko S3 nya di Thailand ya, Pa Kus di Australi klo ga salah inget,
ha..3X ngasal gw... nilai penyebab degradasinya ITB dari asal sekolah pa rektor
mungkin bisa jadi bahan
mungkin bisa jadi bahan introspeksi kali...biar qta2 gak kuliah asal2an...ato itb yang institusi asal2an...^0^
mau ngomentarin yang
mau ngomentarin yang persentasi DO.
Kayaknya cuma satu dan hanya satu alasan mengapa mahasiswa bisa DO yaitu MALAS. Selain itu alasan berikutnya seperti keuangan tidak menjadi alasan utama. Jadi klo ada yang DO itu hanya kemalasan mereka dalam kuliah apalagi TPB. Klo masalah dosen kayaknya enggak deh.